- Aku berdiri di tenggah jalan yg serba gelap tak bisa di raba oleh panca indra
walau tiap bekas langkah perjalanan nya bisa ku liat dari layar maya .Aku hanya bisa melihat tanpa bisa menikmati setiap saran yg di berikan guna mencapai jalan yg benar .
Hari penuh lumut kejenuhan yg di liputi pesimistis telah ku arungi , seolah tiada batas mengarungi nya.Aku tak berdaya menerima ganjaran sperti ini , walau upaya telah aku upaya kan
walau seluruh tenaga aku kerahkan , aku tak mampu menembus benteng kegelapan yg menyelimuti jalan terjal ku.
Mungkin aku harus lebih dulu menjelajalah gurun pasir itu .Gurun pasir yg tak beroase hingga aku harus menungu pagi ,setelah aku lewati malam yg dingin baru ku bisa hisap segar nya embun pagi .
Air nya dingin menyegarkan tenggorokan ku ,jernih seperti air zam - zam yg tak kan keruh walau ribuan kali jama'ah menimba nya setiap saat . tapi rasa nya raga ini tak kuat mengitari nya.
jiwa ini meronta membabi buta memakan setiap daging - daging yg menutpi tulang - tulang ku yg kecil.
seolah berebut sari makanan yg ku berikan pada tubuh ku . sistem pecernaan ku tak sanggup mengambil sari makanan tersebut karena harus begelut dg kelalahan yang amat sangat hingga makanan itu tak dapat menopang activitas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar