Sabtu, 06 November 2010

Living in a lonely

Melupakan sejenak semua beban ,segala kepenatan yg ada dalam pikiran
Sejenak menghibur hati yg kian lama semakin berlumut tak tersentuh tak terrawat
Hidup dalam segala keterpurukan jiwa maupun mental ,setelah badai datang tak di duga dan tak diharapkan secepat itu.
Aku sejenak termenung mencoba mengeringkan pipi ku dari tetesan air mata yg mengalir  dg segala kesedihan , mengusap hati ini dg kain keramaian , membuang semua lara hati ini yg kian waktu semakin menyempitkan dada ku .
Aku coba mengarak hati ini kedalam keramaian ,menyeret rasa ini ke dlm jurang kebisingan
agar semua kegundahan,kekecewaan dan segala kemurungan segera terobati
Tapi apa ? malah hati ini dg segala kesusahanya mjd penawar buat diri nya tak mampu berkutik dlam senja hari yg tak berujung.
Hati ini terus meronta meminta - minta penuh iba ,ttpi smakin keras usaha ini semakin membeku pula suasana dalam jiwa.
Entah apa yg terjadi dg hati ini  . . . mengapa awan gelap tak jg pergi menaungi hati ini ,semakin gelap cuaca dlm hati ini .


         Salah ku biar kan kamu bermain dg hati ku , ato jg aku terlu berharap pda perasaan itu ,perasaan yg dulu mampu membuat aku tersenyum lebar , yg sanggup menjadi oasis di gurun yg tak berpenghuni.
Dulu siapa saja yg memandangku pasti akan bertanya "mengapa kau selalu tersenyum ?"
tp sekarang apa yg mereka katakan pda ku ,,, sebuah pertanyaan yg biasa ku jawab dg senyuman basi .mereka katakan "apa yg terselip dalam pikiran mu,, yg mampu memadamkan wajah mu ?"
sebenar nya aku sudah menjawab ratusan kali atau bahkan ribuan kali ,sampai telinga ini tak lg sanggup mendengar jawaban pertanyaan itu.
sering ku berteriak , meneriaki diri sendiri penuh dg cacian,makiandan segala keburukan kata ,hanya untuk membebas kan rasa kekecewaan ku pda mu yg tak mau mmperjuangkan cinta yg telah kau rajut dg segala keterbatasan.
kau seolah membiarkan bunga yg indah ini tanpa kau sirami . membiarkan tak terrawat , kau abaikan setiap keindahan nya , kau acuh kan setiap semerbak nya dan  itu semua demi satu alasan yg membuat ku biarkan kamu pergi tanpa ada perpisahan.
Aku menjadi tumbal keegoisan ambisi mu , tp kini apa yg telah kau perbuat ?
kau membuka kembali hati mu yg kata nya telah kau tutup dg tirai besi dan kau sanggup membuka nya nnti setelah ambisi mu tercapai . kau mengingkari setiap kta - kata yg terlontar dari bibirmu yg membusuk.

     Bukanya aku tak mampu melupakan setiap kenangan bersama mu tp aku tak sanggup melihat setiap kemunafikan berdiri dg kesombongan , yg bersemayam di dalam hati mu sungguh aku tak mampu.
Memang benar kata orang "cinta pertama pada pandanagan yg pertama tak akan lekang oleh waktu tp cinta pertama itu tak kan survive lebih lama."  karena semuaitu akan aus oleh keadaan yg  memakan rasa yg maha dahsyat.








2 komentar:

  1. mas.....
    pamit saya mita ijin, pengen kopy mawar hitamnya yach, thx ^_^

    BalasHapus
  2. owhhhh monggo ,,,,
    u'r wellcome ...
    thx jg dah mampir

    BalasHapus